Connect with us

Uncategorized

Penganugrahan Hadiah sastra Untuk Bang Sutardji Calzoum Bachri

Published

on

Di gedung Teater Kecil TIM Jakarta, saya hadir di acara penganugrahan hadiah sastra untuk Bang Sutardji Calzoum Bachri sekaligus ulang tahunnya yang ke-82. Sebuah perjalanan panjang dari kesetiaannya berkutat di bidang sastra, khususnya puisi. (23/62023)

Acara yang digagas dan diperjuangkan selama 5 bulan oleh Octavianus Masheka dkk, merupakan bentuk dari pembuktian bahwa Bang Tardji (demikian saya memanggilnya) memang sudah selayaknya beliau memperoleh penghargaan itu.

Di tengah euforia penyambutan dan perayaan, saya terkenang akan ayah saya Gerson Poyk yang pernah memperoleh anugerah sebagai maestro seni dan budaya dari pemerintah. Dua sosok yang setia pada sastra (Bapak dan Bang Tardji), di mata saya adalah ‘manusia unik’ yang membumi meski telah memiliki nama besar di bidangnya.

Fanny J.Poyk (kanan) bersama Sutardji Calzoum Bachri

Mereka tidak memposisikan diri sebagai sastrawan dengan atribut yang mumpuni. Bang Tardji selalu turun ke lapangan, baca puisi dan berbincang-bincang dengan para penulis atau penyair pemula tanpa sekat dan eksklusifisme diri bahwa dia adalah sosok yang berada di atas menara gading. Duduk-duduk di toko buku Bang Jose Rizal Manua di Taman Ismail Marzuki, baca puisi di berbagai perhelatan sastra masih dilakoninya, dan berbincang-bincang dengan para seniman muda serta penulis/penyair pemula, semua dijalaninya tanpa beban.

Eksistensi ini membuat saya mengulang kembali kenangan pada Bapak saya GP ketika masih hidup. Di rumah sederhanya dulu di Depok, kerap berkumpul para calon seniman muda yang menimba ilmu padanya. Mereka bisa datang, menginap dan berbincang-bincang dengan Bapak selama mereka suka.Bapak memasak, mencari uang dengan mengetik, menulis dan mengajak mereka makan bersama, semua dilakukannya tanpa beban.

Buat saya, penghargaan/apresiasi semalam untuk Bang Tardji, seharusnya sudah sejak dulu diberikan. Namun begitulah, seorang seniman sejati tak butuh itu semua. Dia akan terus melenggang tanpa beban di jalur yang sudah dipilihnya. 

Almarhum Bapak saya GP dan Bang Tardji adalah dua mahluk di mata saya merupakan sosok membumi yang sangat sederhana, baik hati dan tidak pelit ilmu. Nama besar mereka tidak diragukan lagi, dari perjalanan waktu di dalam kesetiaan mereka berkarya, mereka adalah sosok-sosok sastrawan yang ‘down to earth’ yang pernah saya kenal.

 Sutardji Calzoum Bachri, Gerson Poyk, Umar Khayam, Leon Agusta, Darmanto Jatman, Satyagraha Hoerip, Slamet Soekirnanto, Ikranagara, adalah sebagian nama yang saya kenal dekat, sebagian dari mereka sering nongkrong di rumah kontrakan ayah saya di  Bali, dan saya si remaja pencinta sastra membuatkan kopi sambil mendengarkan obrolan mereka. 

Itulah sosok2 bernama besar dengan kesederhanaan yang membumi. Saya selalu rindu akan ucapan2 mereka yang bernas. Bang Tardji, doaku semoga Abang sehat dan bahagia  selalu bersama keluarga. 

( Fanny J.Poyk)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Uncategorized

Kang Nurdin DSPC Bogor di Nobatkan Sebagai Panglima Baranusa Depok dan ketua DPC. Perguruan Silat Maung Bodas Kab. Bogor.

Published

on

Arak arakan pengukuhan Kang Nurdin sebagai Panglima Baranusa Depok dan Ketua DPC. PS. Maung Bodas Kab. Bogor Jabar. (Poto istimewa)

Bogor, Keradenan

Dalam acara Perhelatan Haul  KH. Safe’i bin Nasib tokoh ulama dan wali penyebar agama Islam Keradenan Bogor  yang dihadiri oleh beberapa perkumpulan Perguruan silat dan Ormas ke Kab. Bogor berlangsung hikmat meriah. Dalam acara perhelatan dilangsungkan juga pengukuhan Kang Nurdin DSPC sebagai Panglima Baranusa Depok dan Ketua DPC. Perguruan silat Maung Bodas Kab. Bogor Jabar. (Kamis 27 Juli 2023)

Adapun yang mengukuhkan diantaranya KH. M. Fajar Laksana pimpinan Pondok Pesantren Al.Fath Sukabumi Jabar, ketua DPC. PS. Maung Bodas DKI Jakarta pak Hartono,  Muspika wilayah Keradenan serta para pemuka masyarakat dan ketua Perguruan silat Jabodetabek.

‌Kang Nurdin mengatakan bahwa salam satu komando, salam sabatin, salam budaya. Acara ini terselenggara berkat sokongan dan doa restu dari berbagai perguruan silat yang satu rasa satu nafas alam mempertahankan seni budaya pencak silat Jawa Barat. Disamping itu ini adalah bentuk silaturahmi yang terus menerus dan tiada henti. Insya Allah ke depan pelestarian seni budaya silat Sunda dan Betawi dapat dukungan dari masyarakat dan pemangku kebijakan di wilayah maupun tingkat Nasional”.

kang Nurdin menambahkan, Dengan semangat pertahanan serta pelestarian terhadap seni budaya silat Sunda dan Betawi kami para pesilat siap bersinergi dengan berbagai instansi terkait pemberdayaan kebudayaan seni silat Sunda dan Betawi. Dan juga kami akan selalu mengadakan sosialisasi terhadap generasi muda untuk mencintai budaya silat”. Jelas kang Nurdin. 

Continue Reading

Uncategorized

Kaesang Pangarep Resmikan Outlet Sang Pisang di Kota Depok

Published

on

 Depok. 

– Kedatangan Putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep menyambangi Sawangan Depok, Jawa Barat. Kaesang datang bersama istrinya, Erina Gudono, 

“Selamat sore semuanya terima kasih buat semuanya, Ibu-ibu, Bapak-bapak, dan Adik-adik juga terima kasih sudah menyempatkan hadir di grand opening Sang Pisang,” ujar Kaesang dalam sambutannya, di Jalan Abdul Wahab, Sawangan Depok  Selasa (25/7/2023).

” Kaesang datang mengenakan baju berwarna putih dan krem. Sedangkan Erina mengenakan baju berwarna hitam.

“Menurutnya, kedatangannya ke Depok hanya untuk meresmikan gerai makanan miliknya di Sawangan. Bukan untuk berkampanye, meski digadang-gadang akan maju di Pilkada Depok 2024.


“Kaesang mengatakan kedatangannya untuk membuka usaha makannya. Kaesang menyebut kedatangannya ke lokasi bukan untuk kampanye.


“Perlu saya ingatkan sekali lagi ini bukan kampanye, ini saya buka Sang Pisang di sini,” lanjutnya.


Pada pukul 16.18 WIB, Kaesang bersama Vicky Prasetyo dan Babe Cabita berkaraoke. Mereka juga ramai difoto oleh warga di lokasi.

“Terima kasih yang sudah menyempatkan hadir di grand opening Sang Pisang. Perlu saya ingatkan sekali lagi, ini itu bukan kampanye,” jelas Kaesang, Selasa.

“Saya di sini akan membuka Sang Pisang di Depok yang kedua karena dulu sudah pernah di Margonda, cuma tutup. Saya buka lagi di Sawangan kali ini,” Pungkasnya.

Continue Reading

Uncategorized

Dalam rangka Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) Ke-78 Tahun 2023, Badan Strategi Kebjakan Hukum dan HAM Gelar Seminar Nasional Bertema Hukum Yang Hidup Dalam Masyarakat

Published

on

 Jakarta, Graha Pengayoman 

Seminar Nasional “Menyongsong Berlakunya Hukum yang Hidup dalam Masyarakat Berdasarkan UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP”  (Badan Strategi Kebijakan Hukum dan HAM Kementerian Hukum dan HAM)

Dalam rangka Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) Ke-78 Tahun 2023, Badan Strategi Kebjakan Hukum dan HAM menyelenggarakan acara Seminar Nasional bertema “Menyongsong Berlakunya Hukum yang Hidup Dalam Masyarakat Berdasarkan UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP” Kegiatan ini dimaksudkan selain sebagai wadah sosialisasi kebijakan Pemerintah khususnya tentang KUHP baru kepada masyarakat, juga sebagai bentuk identifikasi isu, permasalahan serta kebutuhan atas pengaturan konsep “hukum yang hidup di dalam masyarakat”. 

Hal ini dimaksud agar Pemerintah, khususnya Kementerian Hukum dan HAM dapat menjanng masukan dari berbagai pihak atas materi muatan yang perlu dimuat pada Peraturan Pemenntah (PP) yang akan dibuat tentang Tata Cara dan Kriteria Penetapan Hukum yang Hidup Dalam Masyarakat. 

Kegiatan ini menghadirkan 5 (lima) Narasumber diantaranya:

 adalah Prof. Dr. Edward O.S. Hianej, S.H., M.Hum., Wakil Menteri Hukum dan HAM, sebagai keynote speech yang menyampaikan maten tentang Politik Hukum dan Arah Pengaturan Hukum Adat dalam KUHP. 

Selain itu kegiatan ini juga menghadirkan narasumber eksternal lainnya seperti :

1) Prof. Dr. Pujiyono, S.H., M.Hum.. Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, yang memaparkan mengenai Pluralisme Hukum: Hukum Positif dan Hukum yang Hidup dalam Masyarakat: 

2) Dr. H. Prim Haryadi, S.H., M.H., Hakim Agung Mahkamah Agung RI, yang memaparkan tentang Tantangan Penerapan Hukum yang Hidup dalam Masyarakat dalam Penegakan Hukum,

 3) Fery Fathurokhman, S.H., M.H., Ph.D., Dosen Bidang Hukum Pidana (Pidana Adat) Universitas Sultan Agung Tirtayasa yang menyampaikan tentang Strategi Inktusi Hukum Adat ke dalam Hukum Pidana Nasional,

  4) Erasmus A.T. Napitupulu, S.H., Direktur Eksekutif /Institure for Criminal Justice Reform (ICJR) yang menyampaikan tentang Pembaharuan Hukum Pidana dalam Konstruksi Formalisasi Hukum yang Hidup dalam Masyarakat. 

Pada kesempatan ini peserta adalah semua pihak yang berkaitan dengan proses pembentukan PP tentang Tata Cara dan Kriteria Penetapan Hukum yang Hidup Dalam Masyarakat, baik dari unsur kementerian/lembaga : organisasi nonpemerintah, akademisi : serta masyarakat umum.

Continue Reading

Trending