Connect with us

Uncategorized

Digital Tourism Cara Ampuh Dalam Pengembangan Informasi Sektor Pariwisata di Era Digital

Published

on

Pariwisata menjadi salah sektor yang terimbas begitu parah akibat pandemi Covid-19. Sejak dua tahun virus itu melanda, hampir seluruh bidang pariwisata di Tanah Air berada di ujung tanduk, bak mati suri. Padahal, sektor ini menjadi salah satu ujung tombak Indonesia dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan rakyat.

“Ada 34 juta rakyat Indonesia yang bergantung pada sektor pariwisata. Sementara itu ada 13.9 juta pekerja yang hidup di sektor wisata. Kemudian ada sekitar 1, 7 juta orang yang kehilangan pekerjaan dari dampak Covid-19. Masalah inilah yang menjadi cacatan agar sektor pariwisata kembali bangkit.Kemajuan sektor wisata harus terbuka kepada dunia luar. Dimana Indonesia harus membangun sektor pariwisata yang lebih inovatif dan kreatif,” papar Wakil Ketua Komisi I DPR RI, H. Bambang Kristiono, S.E dalam webinar Ngobrol Bareng Legislator bertajuk “Mengembangkan Sektor Pariwisata di Era Digital” pada Jumat (20/5/2022). 

Namun kini, seiring membaiknya kondisi Covid-19, sektor pariwisata pun kembali pulih secara perlahan. Harapannya pun harus semakin berjaya kembali, seperti sebelum Covid-19 melanda seluruh belahan dunia. 

“Sekarang setelah pandemi covid ini pemerintah membangun wisata Mandalika yang menjadi destinasi andalan di masa depan. Dimana Lombok akan dikembangkan dengan visi Lombok sebagai destinasi yang berkelanjutan, tangguh dan inklusif,” terangnya. 

Pulihnya sektor pariwisata di Tanah Air pun disambut baik oleh seluruh pihak. Diprediksi, sektor ini pun akan terus berkembang. 

“Pada tahun 2045 diperedeksi pada peningkatan 12 juta kunjungan destinasi wisata di Lombok. Kunjungan dari antar kota maupun antar negara ke destinasi wisata ini diharapkan dapat meningkatkan manfaat ekonomi dalam bentuk sektor pariwisata sebesar Rp98,6 Triliun rupiah,” ungkap Bambang. 

Selain lombok, Indonesian memiliki hampir 3000 destinasi wisata. Tapi sayangnya belum semuanya terdigitalisasi. Padahal sistem pengelolaan manual memiliki pembayaran yang terbatas dan sangat rentan terhadap kebocoran data. Sehingga pendapatan dari sektor wisata tentunya akan berkurang.

“Digital tourism merupakan salah satu cara yang efektif dalam mempromosikan dalam berbagai destinasi pariwisata Indonesia melalui berbagai platform. Artinya, digital tourizm tidak hanya mengenalkan namun juga menyebarkan keindahan pariwisata kita ke berbagai daerah maupun luar negara,” ucap Bambang. 

Digital tourism, kata Bambang, disebut juga sebagai tren yang dapat menjadi batu lompatan besar bagi sektor wisata di Indonesia. 

“Karena digital tourism secara tidak langsung membuat masyarakat melek dan ikut beradaptasi dalam perkembangan teknologi,” imbuhnya. 

Sementara itu, Ketua Lembaga Vokasi Universitas Indonesia, Dr. Dian Pranita, MM memaparkan bahwa platform digital, dapat memudahkan banyak pihak dalam menentukan tujuan lokasi pariwisata. 

“Seperti yang kita tahu jika kita pergi kemana-mana kita sudah bisa mengetahui informasi dan bisa langsung membooking tempat yang akan kita tuju hanya dengan handphone kita. Jadi, mungkin sudah disampaikan bahwa sektor wisata mempunyai gangguan, yang artinya, gangguan ini harus kita antisipasi dan tidak kita jadikan sebagai kelemahan di sektor pariwisata,” katanya. 

Menurutnya, penerapan digital tourism saat ini seolah menjadi sebuah keharusan.

“Teknologi digital dampaknya terhadap pariwisata, mau tidak mau sektor pariwisata harus menjadi smart destination, smart career, smart mobility. Sekarang dari UI sendiri sudah membangun smart mobility, smart tourism. Supaya desa-desa kita ini bisa dikenal dan bisa memanfaatkan dunia digital untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” tuturnya. 

Dalam hal ini, Dian menuturkan bahwa sangat diperlukan adanya kolaborasi dari seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari masyarakat, hingga media. 

“Di mana kita harus mengembangkan bisnis mobile yang baru. Contohnya kita punya ruang di rumah yang bisa menghasilkan uang atau bisnis secara digital,” jelas Dian.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Aptika Kemkominfo, Samuel A Pangerapan, B.Sc mengatakan bahwa pihaknya akan menjadi garda terdepan dalam penanaman literasi digital ini kepada masyarakat.  

“Karena penggunaan internet perlu dibantu dnegan kapasitas literasi digital yang mumpuni agar masyarakat dapat memanfaatkan dengan produktif, bijak dan tepat guna,” jelasnya. 

Sebab jika dilihat dari kondisi yang ada, tingkat literasi digital di Tanah Air kini masih belum mencapai tahap yang lebih baik. 

“Saat ini indeks literasi digital Indonesia masih berada pada angka 3,49 dari skala 5, yang artinya, masih dalam kategori sedang belum mencapai tahap yang lebih baik. Angka ini perlu terus kita tingkatkan sehingga menjadi tugas kita bersama untuk membekali masyarakat kita dengan kemampuan litrerasi digital,” pungkasnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Uncategorized

Kang Nurdin DSPC Bogor di Nobatkan Sebagai Panglima Baranusa Depok dan ketua DPC. Perguruan Silat Maung Bodas Kab. Bogor.

Published

on

Arak arakan pengukuhan Kang Nurdin sebagai Panglima Baranusa Depok dan Ketua DPC. PS. Maung Bodas Kab. Bogor Jabar. (Poto istimewa)

Bogor, Keradenan

Dalam acara Perhelatan Haul  KH. Safe’i bin Nasib tokoh ulama dan wali penyebar agama Islam Keradenan Bogor  yang dihadiri oleh beberapa perkumpulan Perguruan silat dan Ormas ke Kab. Bogor berlangsung hikmat meriah. Dalam acara perhelatan dilangsungkan juga pengukuhan Kang Nurdin DSPC sebagai Panglima Baranusa Depok dan Ketua DPC. Perguruan silat Maung Bodas Kab. Bogor Jabar. (Kamis 27 Juli 2023)

Adapun yang mengukuhkan diantaranya KH. M. Fajar Laksana pimpinan Pondok Pesantren Al.Fath Sukabumi Jabar, ketua DPC. PS. Maung Bodas DKI Jakarta pak Hartono,  Muspika wilayah Keradenan serta para pemuka masyarakat dan ketua Perguruan silat Jabodetabek.

‌Kang Nurdin mengatakan bahwa salam satu komando, salam sabatin, salam budaya. Acara ini terselenggara berkat sokongan dan doa restu dari berbagai perguruan silat yang satu rasa satu nafas alam mempertahankan seni budaya pencak silat Jawa Barat. Disamping itu ini adalah bentuk silaturahmi yang terus menerus dan tiada henti. Insya Allah ke depan pelestarian seni budaya silat Sunda dan Betawi dapat dukungan dari masyarakat dan pemangku kebijakan di wilayah maupun tingkat Nasional”.

kang Nurdin menambahkan, Dengan semangat pertahanan serta pelestarian terhadap seni budaya silat Sunda dan Betawi kami para pesilat siap bersinergi dengan berbagai instansi terkait pemberdayaan kebudayaan seni silat Sunda dan Betawi. Dan juga kami akan selalu mengadakan sosialisasi terhadap generasi muda untuk mencintai budaya silat”. Jelas kang Nurdin. 

Continue Reading

Uncategorized

Kaesang Pangarep Resmikan Outlet Sang Pisang di Kota Depok

Published

on

 Depok. 

– Kedatangan Putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep menyambangi Sawangan Depok, Jawa Barat. Kaesang datang bersama istrinya, Erina Gudono, 

“Selamat sore semuanya terima kasih buat semuanya, Ibu-ibu, Bapak-bapak, dan Adik-adik juga terima kasih sudah menyempatkan hadir di grand opening Sang Pisang,” ujar Kaesang dalam sambutannya, di Jalan Abdul Wahab, Sawangan Depok  Selasa (25/7/2023).

” Kaesang datang mengenakan baju berwarna putih dan krem. Sedangkan Erina mengenakan baju berwarna hitam.

“Menurutnya, kedatangannya ke Depok hanya untuk meresmikan gerai makanan miliknya di Sawangan. Bukan untuk berkampanye, meski digadang-gadang akan maju di Pilkada Depok 2024.


“Kaesang mengatakan kedatangannya untuk membuka usaha makannya. Kaesang menyebut kedatangannya ke lokasi bukan untuk kampanye.


“Perlu saya ingatkan sekali lagi ini bukan kampanye, ini saya buka Sang Pisang di sini,” lanjutnya.


Pada pukul 16.18 WIB, Kaesang bersama Vicky Prasetyo dan Babe Cabita berkaraoke. Mereka juga ramai difoto oleh warga di lokasi.

“Terima kasih yang sudah menyempatkan hadir di grand opening Sang Pisang. Perlu saya ingatkan sekali lagi, ini itu bukan kampanye,” jelas Kaesang, Selasa.

“Saya di sini akan membuka Sang Pisang di Depok yang kedua karena dulu sudah pernah di Margonda, cuma tutup. Saya buka lagi di Sawangan kali ini,” Pungkasnya.

Continue Reading

Uncategorized

Dalam rangka Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) Ke-78 Tahun 2023, Badan Strategi Kebjakan Hukum dan HAM Gelar Seminar Nasional Bertema Hukum Yang Hidup Dalam Masyarakat

Published

on

 Jakarta, Graha Pengayoman 

Seminar Nasional “Menyongsong Berlakunya Hukum yang Hidup dalam Masyarakat Berdasarkan UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP”  (Badan Strategi Kebijakan Hukum dan HAM Kementerian Hukum dan HAM)

Dalam rangka Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) Ke-78 Tahun 2023, Badan Strategi Kebjakan Hukum dan HAM menyelenggarakan acara Seminar Nasional bertema “Menyongsong Berlakunya Hukum yang Hidup Dalam Masyarakat Berdasarkan UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP” Kegiatan ini dimaksudkan selain sebagai wadah sosialisasi kebijakan Pemerintah khususnya tentang KUHP baru kepada masyarakat, juga sebagai bentuk identifikasi isu, permasalahan serta kebutuhan atas pengaturan konsep “hukum yang hidup di dalam masyarakat”. 

Hal ini dimaksud agar Pemerintah, khususnya Kementerian Hukum dan HAM dapat menjanng masukan dari berbagai pihak atas materi muatan yang perlu dimuat pada Peraturan Pemenntah (PP) yang akan dibuat tentang Tata Cara dan Kriteria Penetapan Hukum yang Hidup Dalam Masyarakat. 

Kegiatan ini menghadirkan 5 (lima) Narasumber diantaranya:

 adalah Prof. Dr. Edward O.S. Hianej, S.H., M.Hum., Wakil Menteri Hukum dan HAM, sebagai keynote speech yang menyampaikan maten tentang Politik Hukum dan Arah Pengaturan Hukum Adat dalam KUHP. 

Selain itu kegiatan ini juga menghadirkan narasumber eksternal lainnya seperti :

1) Prof. Dr. Pujiyono, S.H., M.Hum.. Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, yang memaparkan mengenai Pluralisme Hukum: Hukum Positif dan Hukum yang Hidup dalam Masyarakat: 

2) Dr. H. Prim Haryadi, S.H., M.H., Hakim Agung Mahkamah Agung RI, yang memaparkan tentang Tantangan Penerapan Hukum yang Hidup dalam Masyarakat dalam Penegakan Hukum,

 3) Fery Fathurokhman, S.H., M.H., Ph.D., Dosen Bidang Hukum Pidana (Pidana Adat) Universitas Sultan Agung Tirtayasa yang menyampaikan tentang Strategi Inktusi Hukum Adat ke dalam Hukum Pidana Nasional,

  4) Erasmus A.T. Napitupulu, S.H., Direktur Eksekutif /Institure for Criminal Justice Reform (ICJR) yang menyampaikan tentang Pembaharuan Hukum Pidana dalam Konstruksi Formalisasi Hukum yang Hidup dalam Masyarakat. 

Pada kesempatan ini peserta adalah semua pihak yang berkaitan dengan proses pembentukan PP tentang Tata Cara dan Kriteria Penetapan Hukum yang Hidup Dalam Masyarakat, baik dari unsur kementerian/lembaga : organisasi nonpemerintah, akademisi : serta masyarakat umum.

Continue Reading

Trending