Connect with us

Uncategorized

Kendalikan Risiko Covid-19, KKP Ajak UPI dan UPRL Terapkan Panduan Sanitasi dan Hygiene

Published

on

 

JAKARTA,

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan Unit Penanganan dan Pengolahan Ikan (UPI) dan Rumput Laut bisa menghasilkan produk berkualitas sekaligus bebas dari risiko kontaminasi covid-19. Caranya ialah dengan menerapkan Good Manufacturing Practices (GMP) dan Sanitation Standard Operating Procedure (SSOP) Plus sehingga lingkungan, area penanganan dan pemprosesan, serta higiene karyawan terpantau ketat. 

Terlebih GMP dan SSOP mensyaratkan seluruh karyawan UPI untuk melakukan protokol kesehatan dengan selalu menggunakan masker sejak dari rumah, mengganti masker secara berkala, mencuci tangan lebih sering menggunakan sabun dan air mengalir, dan melakukan disinfektan secara berkala. 

“Pengaturan jadwal kerja harus dilakukan agar tidak terjadi penumpukan karyawan dalam satu ruangan,” kata Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Artati Widiarti saat membuka “Sosialisasi Panduan Sanitasi dan Higiene Plus+ Pengendalian Risiko Covid-19 di Unit Penanganan dan Pengolahan Ikan”, Rabu (7/7/2021).

Artati mengingatkan, penerapan GMP dan SSOP oleh UPI merupakan pondasi dari sistem manajemen keamanan pangan, sehingga bisa menjadi instrumen dasar perlindungan kesehatan yang diberikan kepada konsumen. Bahkan, dia menegaskan penerapan GMP dan SSOP sangat penting untuk meningkatkan daya saing produk perikanan Indonesia sekaligus mencegah adanya penolakan dari negara tujuan ekspor.

“Karena kunci penting untuk perdagangan global sektor pangan adalah penerapan standar dan jaminan keamanan pangan (food safety),” papar Artati dalam forum yang diikuti oleh 900 peserta se-Indonesia, tersebut.

Sebagai langkah konkrit, Ditjen PDSPKP juga telah bekerja sama dengan Global Quality and Standard Programe SMART-Fish 2 guna menyusun panduan Sanitasi dan Higiene Plus Pengendalian Risiko Covid-19 di UPI. Artati berharap, panduan yang disusun dalam rangka pembinaan mutu tersebut bisa diterapkan oleh seluruh UPI secara konsisten di tengah pandemi ini. 

Artati menyadari, UPI berperan sentral sebagai penyedia pangan dari sumber protein ikan terutama untuk saat ini guna meningkatkan imunitas, selain untuk mencegah stunting dan menaikan angka konsumsi ikan. “Kita terus berupaya mendorong UPI untuk terus konsisten bersama-sama menjaga mutu dan keamanan produk perikanan yang dihasilkan pada masa pandemi Covid-19 yang masih berlangsung,” tuturnya.

Pada kesempatan ini, Achmad Poernomo selaku penyusun buku panduan Sanitasi dan Higiene Plus menerangkan bahwa buku panduan ini disusun khusus untuk mengendalikan risiko penularan di Unit Penanganan dan Pengolahan Ikan mengingat di sinilah aktivitas terakhir sebelum produk menuju konsumen. 

“Panduan ini disusun untuk melindungi karyawan dari penularan Covid-19 dengan menerapkan berbagai perubahan praktik sanitasi dan higiena yang diperkuat dengan penerapan protokol kesehatan, yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Karena itu, Panduan ini disebut Sanitasi dan Higiene Plus,” terang Poernomo. 

Secara garis besar Poernomo menyebut isi buku panduan berupa e-book ini memberi petunjuk  penerapan sanitasi dan hygiene plus yang langkah awalnya dimulai dengan analisa resiko dengan mengidentifikasi potensi terjadinya penularan untuk kemudian diambil rencana pengendalian.  Dijelaskan tindakan-tindakan yang perlu dilakukan untuk mencegah virus corona atau orang yang tertular masuk ke lingkungan UPI. 

Setelah tindakan pencegahan dilakukan pengendalian teknikal untuk mengurangi kontak fisik dan interaksi antar karyawan.  Diperlukan juga pengendalian prosedural yang membutuhkan tindakan dari pekerja dan pemberi kerja. 

“Dan yang paling penting, keberhasilan langkah-langkah pengendalian di atas, selain membutuhkan komitmen manajemen juga memerlukan keterlibatan seluruh karyawan di semua tingkat. Karena itu, perusahaan harus memastikan bahwa seluruh karyawan memahami Langkah-langkah tersebut dan melaksanakannya,” tegas Poernomo. 

Sementara Direktur Pengolahan dan Bina Mutu, Trisna Ningsih memastikan, saat ini, penerbitan Sertifikat GMP oleh Ditjen PDSPKP juga menambahkan pemantauan penerapan sanitasi dan higiene plus di UPI. Kedua pemantauan ini menjadi bagian dari verifikasi yang dilaksanakan oleh Pembina Mutu, baik di daerah maupun pusat. 

 

“Hal ini dilakukan agar lingkungan UPI terkendali dan higiene/kesehatan karyawan terpantau sehingga dapat mencegah meluasnya penyebaran Covid-19 selama kegiatan di UPI khususnya antar karyawan yang bekerja,” tutupnya pada forum sosialisasi daring ini.

Adapun dari pihak perusahaan menyambut baik terbitnya buku panduan sanitasi dan higiene plus yang dilanjutkan dengan sosialisasinya, seperti yang disampaikan Buheri Muslim dari PT. Jayabali Bersaudara. “Kami dari UPI sama sekali tidak ada kendala dan kesulitan dalam penerapannya karena sebelum masa pandemi pun UPI sudah menerapkan GMP dan SSOP yang sesuai yang diatur oleh Ditjen PDSPKP, jadi sudah terbiasa menggunakan pakaian kerja lengkap dan bersih, kemudian cuci tangan yang baik dan benar, sudah ada kebiasaan yang selalu diterapkan dari sejak awal. Tinggal menambahkan sedikit terkait dengan protokol kesehatan,” ungkap Muslim. 

Senada, Muhammad Syarifudin dari PT. Timur Jaya Cemerlang mengakui bahwa buku panduan dan sosialisasinya semakin memudahkan dan melengkapi penerapan yang sudah dilakukan oleh pihak perusahaan. “Sosialisasi ini sangat bagus, kami di perusahaan sudah menerapkan protokol kesehatan dari mulai masuk karyawan pengecekan suhu, melewati bilik disinfektan dan pengantian masker, dan perusahaan kami sangat konsen sekali untuk penerapan prosedur pencegahan Covid-19 ini,” ujar Syarifudin. 

(Red)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Uncategorized

Kang Nurdin DSPC Bogor di Nobatkan Sebagai Panglima Baranusa Depok dan ketua DPC. Perguruan Silat Maung Bodas Kab. Bogor.

Published

on

Arak arakan pengukuhan Kang Nurdin sebagai Panglima Baranusa Depok dan Ketua DPC. PS. Maung Bodas Kab. Bogor Jabar. (Poto istimewa)

Bogor, Keradenan

Dalam acara Perhelatan Haul  KH. Safe’i bin Nasib tokoh ulama dan wali penyebar agama Islam Keradenan Bogor  yang dihadiri oleh beberapa perkumpulan Perguruan silat dan Ormas ke Kab. Bogor berlangsung hikmat meriah. Dalam acara perhelatan dilangsungkan juga pengukuhan Kang Nurdin DSPC sebagai Panglima Baranusa Depok dan Ketua DPC. Perguruan silat Maung Bodas Kab. Bogor Jabar. (Kamis 27 Juli 2023)

Adapun yang mengukuhkan diantaranya KH. M. Fajar Laksana pimpinan Pondok Pesantren Al.Fath Sukabumi Jabar, ketua DPC. PS. Maung Bodas DKI Jakarta pak Hartono,  Muspika wilayah Keradenan serta para pemuka masyarakat dan ketua Perguruan silat Jabodetabek.

‌Kang Nurdin mengatakan bahwa salam satu komando, salam sabatin, salam budaya. Acara ini terselenggara berkat sokongan dan doa restu dari berbagai perguruan silat yang satu rasa satu nafas alam mempertahankan seni budaya pencak silat Jawa Barat. Disamping itu ini adalah bentuk silaturahmi yang terus menerus dan tiada henti. Insya Allah ke depan pelestarian seni budaya silat Sunda dan Betawi dapat dukungan dari masyarakat dan pemangku kebijakan di wilayah maupun tingkat Nasional”.

kang Nurdin menambahkan, Dengan semangat pertahanan serta pelestarian terhadap seni budaya silat Sunda dan Betawi kami para pesilat siap bersinergi dengan berbagai instansi terkait pemberdayaan kebudayaan seni silat Sunda dan Betawi. Dan juga kami akan selalu mengadakan sosialisasi terhadap generasi muda untuk mencintai budaya silat”. Jelas kang Nurdin. 

Continue Reading

Uncategorized

Kaesang Pangarep Resmikan Outlet Sang Pisang di Kota Depok

Published

on

 Depok. 

– Kedatangan Putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep menyambangi Sawangan Depok, Jawa Barat. Kaesang datang bersama istrinya, Erina Gudono, 

“Selamat sore semuanya terima kasih buat semuanya, Ibu-ibu, Bapak-bapak, dan Adik-adik juga terima kasih sudah menyempatkan hadir di grand opening Sang Pisang,” ujar Kaesang dalam sambutannya, di Jalan Abdul Wahab, Sawangan Depok  Selasa (25/7/2023).

” Kaesang datang mengenakan baju berwarna putih dan krem. Sedangkan Erina mengenakan baju berwarna hitam.

“Menurutnya, kedatangannya ke Depok hanya untuk meresmikan gerai makanan miliknya di Sawangan. Bukan untuk berkampanye, meski digadang-gadang akan maju di Pilkada Depok 2024.


“Kaesang mengatakan kedatangannya untuk membuka usaha makannya. Kaesang menyebut kedatangannya ke lokasi bukan untuk kampanye.


“Perlu saya ingatkan sekali lagi ini bukan kampanye, ini saya buka Sang Pisang di sini,” lanjutnya.


Pada pukul 16.18 WIB, Kaesang bersama Vicky Prasetyo dan Babe Cabita berkaraoke. Mereka juga ramai difoto oleh warga di lokasi.

“Terima kasih yang sudah menyempatkan hadir di grand opening Sang Pisang. Perlu saya ingatkan sekali lagi, ini itu bukan kampanye,” jelas Kaesang, Selasa.

“Saya di sini akan membuka Sang Pisang di Depok yang kedua karena dulu sudah pernah di Margonda, cuma tutup. Saya buka lagi di Sawangan kali ini,” Pungkasnya.

Continue Reading

Uncategorized

Dalam rangka Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) Ke-78 Tahun 2023, Badan Strategi Kebjakan Hukum dan HAM Gelar Seminar Nasional Bertema Hukum Yang Hidup Dalam Masyarakat

Published

on

 Jakarta, Graha Pengayoman 

Seminar Nasional “Menyongsong Berlakunya Hukum yang Hidup dalam Masyarakat Berdasarkan UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP”  (Badan Strategi Kebijakan Hukum dan HAM Kementerian Hukum dan HAM)

Dalam rangka Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) Ke-78 Tahun 2023, Badan Strategi Kebjakan Hukum dan HAM menyelenggarakan acara Seminar Nasional bertema “Menyongsong Berlakunya Hukum yang Hidup Dalam Masyarakat Berdasarkan UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP” Kegiatan ini dimaksudkan selain sebagai wadah sosialisasi kebijakan Pemerintah khususnya tentang KUHP baru kepada masyarakat, juga sebagai bentuk identifikasi isu, permasalahan serta kebutuhan atas pengaturan konsep “hukum yang hidup di dalam masyarakat”. 

Hal ini dimaksud agar Pemerintah, khususnya Kementerian Hukum dan HAM dapat menjanng masukan dari berbagai pihak atas materi muatan yang perlu dimuat pada Peraturan Pemenntah (PP) yang akan dibuat tentang Tata Cara dan Kriteria Penetapan Hukum yang Hidup Dalam Masyarakat. 

Kegiatan ini menghadirkan 5 (lima) Narasumber diantaranya:

 adalah Prof. Dr. Edward O.S. Hianej, S.H., M.Hum., Wakil Menteri Hukum dan HAM, sebagai keynote speech yang menyampaikan maten tentang Politik Hukum dan Arah Pengaturan Hukum Adat dalam KUHP. 

Selain itu kegiatan ini juga menghadirkan narasumber eksternal lainnya seperti :

1) Prof. Dr. Pujiyono, S.H., M.Hum.. Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, yang memaparkan mengenai Pluralisme Hukum: Hukum Positif dan Hukum yang Hidup dalam Masyarakat: 

2) Dr. H. Prim Haryadi, S.H., M.H., Hakim Agung Mahkamah Agung RI, yang memaparkan tentang Tantangan Penerapan Hukum yang Hidup dalam Masyarakat dalam Penegakan Hukum,

 3) Fery Fathurokhman, S.H., M.H., Ph.D., Dosen Bidang Hukum Pidana (Pidana Adat) Universitas Sultan Agung Tirtayasa yang menyampaikan tentang Strategi Inktusi Hukum Adat ke dalam Hukum Pidana Nasional,

  4) Erasmus A.T. Napitupulu, S.H., Direktur Eksekutif /Institure for Criminal Justice Reform (ICJR) yang menyampaikan tentang Pembaharuan Hukum Pidana dalam Konstruksi Formalisasi Hukum yang Hidup dalam Masyarakat. 

Pada kesempatan ini peserta adalah semua pihak yang berkaitan dengan proses pembentukan PP tentang Tata Cara dan Kriteria Penetapan Hukum yang Hidup Dalam Masyarakat, baik dari unsur kementerian/lembaga : organisasi nonpemerintah, akademisi : serta masyarakat umum.

Continue Reading

Trending