Connect with us

Uncategorized

Aksi Bersih-Bersih Eceng gondok di Setu Pengarengan, ” Alam Kami, Lingkungan Hidup Kita Semua”

Published

on

 Depok, 6 Juni 2021,

Dampak bencana dari krisis iklim di seluruh Indonesia ada di depan mata. Tentunya mendorong aksi bersih-bersih lingkungan hidup dan alam sekitar dari berbagai kalangan para penggiat alam serta komunitas Lingkungan Hidup . Mereka berharap agar pemerintah baik kota dan kabupaten serta provinsi  mempunyai program  nyata dan serius dalam mengambil  kebijakan yang berpihak pada lingkungan hidup dan alam di tengah perkotaan dan Desa.


Di Gempita Hari Lingkungan Hidup se Dunia, Ery Arianto Mahfud  aktifis Acsena Humanis Respon Foundation sebagai penggagas kegiatan bersinergy dengan Pokdarwis Situ Pengarengan , Acsena Humanis Respon Foundation, Mat Peci(Masyarakat Pecinta Ciliwung) dan Forum Peduli Situ Mengadakan aksi Pembersihan Eceng gondok yang terkontaminasi dengan limbah rumah tangga dan sampah plastik di

Setu Pengarengan Cisalak Depok Jabar.
(6 Juni 2021)

Aksi bersih-bersih ini menggunakan perahu getek hasil swadaya masyarakat pecinta lingkungan serta beberapa perahu karet.

Ketua Pokdarwis Setu Pengarengan Daniel Pelupesi mengatakan bahwa kegiatan membersihkan setu Pengarengan ari sebaran tumbuhan eceng gondok yang semakin meluas. Diharapkan efek dari kegiatan bersih bersih ini semoga Setu Pengarengan terlihat menjadi indah dan cantik serta menjadi destinasi wisata pilihan bagi masyarakat Depok dan sekitarnya. Juga dapat mengurangi debit banjir dikala musim penghujan. Kami juga mengucapkan rasa salut serta  terima kasih kepada para relawan lingkungan hidup  yang dengan sukarela membantu dalam  mewujudkan kegiatan bersih bersih setu pengarengan “.

Dikesempatan yang sama ketua Umum MAT PECI  ( Masyarakat Peduli Ciliwung ) Usman Firdaus menandaskan “,
Sebaran tumbuhan eceng gondok di Setu Pengarengan sungguh sangat luar biasa. Apabila tidak segera di bersihakan kemungkinan besar akan menghambat laju air derasan di setu Pengarengan ini dan pasti menimbulkan luapan banjir. Dampaknya pastilah masyarakat sekitar setu yang menerima dampaknya. Kami berharap kegiatan fositif ini dapat direspons oleh para pemangku kebijakan”.

Dikatakannya pula “, Sebagaimana yang diharapkan bahwa sumber daya air di wilayah kota Depok bisa terjaga maka keberadaan setu setu yang harus dipertahankan pungsinya, yaitu menjadi sumber air yang hakiki selain sumur sumur yang dimiliki oleh warga. Bila setu sudah tak berpungsi maka sebagaimana mestinya tentu air menjadi langka. Memang ada beberapa setu  di kota Depok yang hilang sebab kurang perhatian. Dan ada juga yang beralih pungsi . Juga ada beberapa yang mengalami pendangkalan sebab penunpukan sedimen, limbah dan sebagainya “,

“Mulailah dari sekarang saling menyadari bahwa pentingnya keberadaan setu sebagai penopang air kehidupan.
Ada 3 stimulus dalam upaya pelestarian setu setu, 1. Menjaga, 2. merawat dan 3. pengembangkan.
 Ekosistim, ekologi terjaga, Pentingnya edukasi serta lierasi juga ekowisata. Memaksimalkan pemberdayaan masyarakat sekitar setu dalam kesadaran bahwa pentingnya 3 sasaran tersebut diatas. Dan tidak mustahil meningkatkan taraf hidup masyarakst sekitar dalam ketahanan ekonomi” . Demikian Tandas Bang Usman.

 

Ery Arianto Mahfud sang penggagas menuturkan bahwa kegiatan ini atas dasar keprihatinan terhadap kondisi beberapa setu yang ada di kota depok 

Yang mengalami pendangkalan serta terkontaminasi limbah rumah tangga dan industri rumahan. Kami mencoba langkah awal positif ini dengan harapan kegiatan ini bisa berkelanjutan dan menjadi trend dunia kepecinta alaman lebih concent lagi dalam menjaga lingkungan hidup.  kami yakin dan percaya bahwa setiap giat fositif mendapatkan respons yang baik dari berbagai.kalangan. Baik relawan maupun pemkot kota Depok “. Demikian harapan Ery.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Uncategorized

Kang Nurdin DSPC Bogor di Nobatkan Sebagai Panglima Baranusa Depok dan ketua DPC. Perguruan Silat Maung Bodas Kab. Bogor.

Published

on

Arak arakan pengukuhan Kang Nurdin sebagai Panglima Baranusa Depok dan Ketua DPC. PS. Maung Bodas Kab. Bogor Jabar. (Poto istimewa)

Bogor, Keradenan

Dalam acara Perhelatan Haul  KH. Safe’i bin Nasib tokoh ulama dan wali penyebar agama Islam Keradenan Bogor  yang dihadiri oleh beberapa perkumpulan Perguruan silat dan Ormas ke Kab. Bogor berlangsung hikmat meriah. Dalam acara perhelatan dilangsungkan juga pengukuhan Kang Nurdin DSPC sebagai Panglima Baranusa Depok dan Ketua DPC. Perguruan silat Maung Bodas Kab. Bogor Jabar. (Kamis 27 Juli 2023)

Adapun yang mengukuhkan diantaranya KH. M. Fajar Laksana pimpinan Pondok Pesantren Al.Fath Sukabumi Jabar, ketua DPC. PS. Maung Bodas DKI Jakarta pak Hartono,  Muspika wilayah Keradenan serta para pemuka masyarakat dan ketua Perguruan silat Jabodetabek.

‌Kang Nurdin mengatakan bahwa salam satu komando, salam sabatin, salam budaya. Acara ini terselenggara berkat sokongan dan doa restu dari berbagai perguruan silat yang satu rasa satu nafas alam mempertahankan seni budaya pencak silat Jawa Barat. Disamping itu ini adalah bentuk silaturahmi yang terus menerus dan tiada henti. Insya Allah ke depan pelestarian seni budaya silat Sunda dan Betawi dapat dukungan dari masyarakat dan pemangku kebijakan di wilayah maupun tingkat Nasional”.

kang Nurdin menambahkan, Dengan semangat pertahanan serta pelestarian terhadap seni budaya silat Sunda dan Betawi kami para pesilat siap bersinergi dengan berbagai instansi terkait pemberdayaan kebudayaan seni silat Sunda dan Betawi. Dan juga kami akan selalu mengadakan sosialisasi terhadap generasi muda untuk mencintai budaya silat”. Jelas kang Nurdin. 

Continue Reading

Uncategorized

Kaesang Pangarep Resmikan Outlet Sang Pisang di Kota Depok

Published

on

 Depok. 

– Kedatangan Putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep menyambangi Sawangan Depok, Jawa Barat. Kaesang datang bersama istrinya, Erina Gudono, 

“Selamat sore semuanya terima kasih buat semuanya, Ibu-ibu, Bapak-bapak, dan Adik-adik juga terima kasih sudah menyempatkan hadir di grand opening Sang Pisang,” ujar Kaesang dalam sambutannya, di Jalan Abdul Wahab, Sawangan Depok  Selasa (25/7/2023).

” Kaesang datang mengenakan baju berwarna putih dan krem. Sedangkan Erina mengenakan baju berwarna hitam.

“Menurutnya, kedatangannya ke Depok hanya untuk meresmikan gerai makanan miliknya di Sawangan. Bukan untuk berkampanye, meski digadang-gadang akan maju di Pilkada Depok 2024.


“Kaesang mengatakan kedatangannya untuk membuka usaha makannya. Kaesang menyebut kedatangannya ke lokasi bukan untuk kampanye.


“Perlu saya ingatkan sekali lagi ini bukan kampanye, ini saya buka Sang Pisang di sini,” lanjutnya.


Pada pukul 16.18 WIB, Kaesang bersama Vicky Prasetyo dan Babe Cabita berkaraoke. Mereka juga ramai difoto oleh warga di lokasi.

“Terima kasih yang sudah menyempatkan hadir di grand opening Sang Pisang. Perlu saya ingatkan sekali lagi, ini itu bukan kampanye,” jelas Kaesang, Selasa.

“Saya di sini akan membuka Sang Pisang di Depok yang kedua karena dulu sudah pernah di Margonda, cuma tutup. Saya buka lagi di Sawangan kali ini,” Pungkasnya.

Continue Reading

Uncategorized

Dalam rangka Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) Ke-78 Tahun 2023, Badan Strategi Kebjakan Hukum dan HAM Gelar Seminar Nasional Bertema Hukum Yang Hidup Dalam Masyarakat

Published

on

 Jakarta, Graha Pengayoman 

Seminar Nasional “Menyongsong Berlakunya Hukum yang Hidup dalam Masyarakat Berdasarkan UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP”  (Badan Strategi Kebijakan Hukum dan HAM Kementerian Hukum dan HAM)

Dalam rangka Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) Ke-78 Tahun 2023, Badan Strategi Kebjakan Hukum dan HAM menyelenggarakan acara Seminar Nasional bertema “Menyongsong Berlakunya Hukum yang Hidup Dalam Masyarakat Berdasarkan UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP” Kegiatan ini dimaksudkan selain sebagai wadah sosialisasi kebijakan Pemerintah khususnya tentang KUHP baru kepada masyarakat, juga sebagai bentuk identifikasi isu, permasalahan serta kebutuhan atas pengaturan konsep “hukum yang hidup di dalam masyarakat”. 

Hal ini dimaksud agar Pemerintah, khususnya Kementerian Hukum dan HAM dapat menjanng masukan dari berbagai pihak atas materi muatan yang perlu dimuat pada Peraturan Pemenntah (PP) yang akan dibuat tentang Tata Cara dan Kriteria Penetapan Hukum yang Hidup Dalam Masyarakat. 

Kegiatan ini menghadirkan 5 (lima) Narasumber diantaranya:

 adalah Prof. Dr. Edward O.S. Hianej, S.H., M.Hum., Wakil Menteri Hukum dan HAM, sebagai keynote speech yang menyampaikan maten tentang Politik Hukum dan Arah Pengaturan Hukum Adat dalam KUHP. 

Selain itu kegiatan ini juga menghadirkan narasumber eksternal lainnya seperti :

1) Prof. Dr. Pujiyono, S.H., M.Hum.. Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, yang memaparkan mengenai Pluralisme Hukum: Hukum Positif dan Hukum yang Hidup dalam Masyarakat: 

2) Dr. H. Prim Haryadi, S.H., M.H., Hakim Agung Mahkamah Agung RI, yang memaparkan tentang Tantangan Penerapan Hukum yang Hidup dalam Masyarakat dalam Penegakan Hukum,

 3) Fery Fathurokhman, S.H., M.H., Ph.D., Dosen Bidang Hukum Pidana (Pidana Adat) Universitas Sultan Agung Tirtayasa yang menyampaikan tentang Strategi Inktusi Hukum Adat ke dalam Hukum Pidana Nasional,

  4) Erasmus A.T. Napitupulu, S.H., Direktur Eksekutif /Institure for Criminal Justice Reform (ICJR) yang menyampaikan tentang Pembaharuan Hukum Pidana dalam Konstruksi Formalisasi Hukum yang Hidup dalam Masyarakat. 

Pada kesempatan ini peserta adalah semua pihak yang berkaitan dengan proses pembentukan PP tentang Tata Cara dan Kriteria Penetapan Hukum yang Hidup Dalam Masyarakat, baik dari unsur kementerian/lembaga : organisasi nonpemerintah, akademisi : serta masyarakat umum.

Continue Reading

Trending